Pengorbanan dan Kemuliaan Seorang Ibu
Diposting oleh : sufiyana regular | Tanggal : Kamis, 09 April 2015

Seorang Ibu memiliki peranan penting dalam keluarga, seperti halnya mengurus anak, dari sejak dalam kandungan Ibu memulai perannya, selain harus menjaga kandungan dalam rahim, Ibu juga harus berjuang untuk beradaptasi dengan perubahan kondisi tubuhnya, bahkan ada beberapa Ibu yang sakit ketika sedang mengandung, sampai proses melahirkan Ibu juga harus berjuang melawan segala rasa sakit. Sangat disadari bahwa tugas seorang Ibu bukanlah tugas yang mudah, Ibu harus mengesampingkan segala kesenangan demi anak. ketika masih bayi, selama 24 jam anak harus dalam pantauan ibu, menyusui, menyayangi, mendo’akan, dan melindunginya. Setelah balita, Ibu mulai mendidik anaknya dengan perasaan kasih sayang dan cinta, seperti mengajarinya ilmu-ilmu agama, berhitung, benyanyi ataupun mengajaknya bermain. Kemudian, ketika remaja ibu mulai memantau apa yang dilakukan anak setiap harinya, memberinya nasihat dan memberitahu apa yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan. Dan setelah dewasa Ibu memberikan kepercayaan kepada sang anak untuk menentukan apa yang akan ia lakukan, dan selalu siap menjadi motivator serta penasihat bagi anaknya.

Allah SWt. memberikan kenikmatan kepada wanita berupa sifat lemah lembut dan perasaan kasih sayang yang berbeda dengan pria, perasaannya yang halus mampu menaklukkan buah hatinya. Sifat anak ketika dewasa sebanding dengan didikannya sejak kecil, Rasulullah SAW bersabda: “Tiada anak yang dilahirkan kecuali suci(fitrah), maka kedua ibu bapanya yang menyebabkan ia menjadi Yahudi, Nasrani atau Majus”. (H.R. Bukhari)  seorang bayi yang baru lahir bagaikan kertas putih yang suci, kesuciannya akan berubah sebagaimana kedua orang tuanya mendidik. seperti Hukum Hooke yang menyatakan bahwa “perubahan panjang pegas berbanding lurus dengan gaya tariknya”. Keberhasilan seorang ibu dalam mendidik anak  akan menumbuhkan masyarakat yang bermoral karena Al-Qur’an dan Sunnah yang menuntunnya.

Tidak dipungkiri jika seorang Ibu menginginkan hal-hal menyenangkan untuk dirinya, seperti bergaul dengan masyarakat, membeli perlengkapan rias, berpakaian modis, menggunakan perhiasan, mengikuti arisan, bertamasya dll. tentu hal itu boleh-boleh saja dilakukan karena merupakan bagian dari kehidupan wanita yang tidak dapat dipisahkan. Namun, jika hal tersebut dilakukan secara berlebihan sehingga anak menjadi terlantar, maka akan menjadi haram hukumnya. Seorang ibu juga dilarang memberikan sumpah serapah kepada anaknya, karena dikhawatirkan sumpah itu akan terjadi, ridho Allah terletak pada ridho orang tua. Sebuah hadis Rasulullah saw yang diriwayatkan Jabir: "Janganlah kalian menyumpahi diri kalian dan jangan pula menyumpahidiri anak-anak kalian dan harta kalian, kalian tidak mengetahui saat permintaan (do’a) dikabulkan sehingga Allah akan mengabulkan sumpah itu". Untuk menghindari sumpah serapah seorang Ibu harus memiliki kesabaran dalam menghadapi perilaku anak, seorang Ibu juga harus memberikan contoh yang baik kepada anaknya, karena kebanyakan anak meniru segala sikap dari ibunya.

Seorang Ibu yang mengorbankan kesenangan demi anak adalah ketentuan yang wajar, wanita yang mengutamakan kewajibannya sebagai seorang ibu merupakan wanita sejati yang agung. Sifat keibuannya serta keikhlasan dalam merawat dan mendidik anak tanpa keluhan, akan mendekatkannya menuju syurga Allah SWt. Tiada keluhan yang disebabkan oleh anak dalam perasaannya, bahkan seorang Ibu yang berhati tulus senantiasa mendo’akan anaknya tanpa diminta. Sebagai seorang anak, tidak ada hal yang  dapat dilakukan untuk menandingi segala pengorbanan seorang ibu. Sikap positif seorang anak, akan mampu memberikan kebahagiaan dalam hati seorang Ibu.

Dilihat 477 kali.


Artikel

 

Artikel Lainnya »